Banyaknya berita – berita hoax yang tersebar baik di media sosail maupun di web – web. Hal ini menjadi tantangan besar bagi dunia pers. Karena adanya beriat hoax dapat memunculkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pers. Berita hoax dapat meresahkan publik karena informasi yang disampaikan tidak dapat dipastikan kebenarannya alias bohong. Asal kata “hoax” mucul ratusan tahun yang lalu. Saat itu “hoax” berasa dari kata “hocus” dari mantra – mantra “hocus pocus” yang biasa disebutkan pesulap ktika ingin menyulap sesuatu. Sedangkan menurut Alexander Boese menyatakan bahwa hoax pertama kali dipublikasikan adalah penanggalan palsu yang dibuat oleh Jonatahan Swift pada tahun 1709. Oleh sebab itu, kata “hoax” identik dengan palsu dan kebohongan.

Berita hoax tersebar karena penggunaan media sosial yang berkembang sangat pesat di era milenia ini. Sifat dari media sosial yang gampang untuk membagikan suatu berita berperan penting untuk tersebarnya berita hoax. Berita hoax seringkali menjadi berita terkini yang lebih dipercaya oleh masyarakat. Saat ini sangat sulit sekali membedakan antara berita palsu dengan fakta yang sebenarnya. Media digital membuat kita makin sulit melihat kebenaran suatu konten. Selain itu, mencabut kembali berita hoax sangat sulit. Pasalnya media belum ada teknologi yang mendukung untuk menyaring berita hoax yang beredar sebagai berita politik Indonesia terkini. Untuk memerangi berita hoax tersebut, Dewan Pers akan membubuhkan barcode pada media yang telah diverifikasi keaktualan berita–beritanya. Sehingga masyarakat akan mudah membedakan media mana yang benar dan media mana yang kerap membuat berita hoax. Adanya barcode ini meminimalisir bahaya berita hoax pada masyarakat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pers. Pada media cetak, barcode akan ditempelkan pada salah satu halaman. Sedangkan pada media online bisa dipindai dengan telepon yang terkoneksi dengan data yang ada di dewan pers. Barcode yang direncanakan oleh dewan pers sedikit berbeda dengan barcode biasanya. Barcodenya berbentuk kotak – kotak yang menampilkan penanggung jawab serta alamat dari suatu media. Dengan adanya inovasi ini diharapkan masyarakat lebih bisa memilih berita – berita yang yang akan di baca di internet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *