Harry Kane berhasil mencetak 41 gol di segala kompetisi sepanjang musim 2017/18. Penampilan impresifnya bersama Tottenham Hotspur ia tularkan saat bermain bagi Tim Nasional Inggris di Piala Dunia 2018. Selama di Rusia, Kane telah mencetak 6 gol. Pemain berusia 24 tahun ini menjadi top skor sementara. Ia hanya gagal mencetak gol saat Inggris mengalahkan Swedia pada perempat final. Dengan catatan misalnya itu, lumrah jika Kroasia meragukan Kane. Namun Kroasia tidak takut. “Kami memiliki beberapa bek tengah papan atas. Kami mampu menghentikan [Lionel] Messi dan [Christian] Eriksen, jadi kami berharap kami mampu menghentikan Kane,” istilah Zlatko Dalic, Pelatih Kroasia, dikutip menurut Metro. Mengacu apa yang Dalic katakan, secara khusus dia menyebut posisi bek tengah. Di Piala Dunia 2018, Kroasia membawa empat bek tengah: Dejan Lovren, Domagoj Vida, Vedran Corluka, dan Duje Caleta-Car.

Keempat pemain itu mendapatkan menit bermain pada Rusia. Meski demikian, dua nama pertama adalah duet yang menghentikan Messi dan Eriksen, yg juga telah menjadi starter pada empat pertandingan. Dalic menurunkan duet Corluka dan Caleta-Car sebagai pemain primer hanya ketika Kroasia melawan Islandia pada fase grup, pada mana Kroasia sudah dipastikan lolos ke fase gugur. Menyebut Lovren sebagai bek papan atas, tidak bisa dihindari lagi, akan mengundang olok-olok massal; meski secara statistik dia masuk ke pada bek papan atas Eropa, tepatnya terbaik kesembilan. “Ia pantas menerima kredit. Beberapa musim terakhir beliau selalu berhasil mencetak lebih dari 25 gol,” istilah Lovren, dikutip berdasarkan Itcbet Bandar Judi Bola. “Ia adalah keliru satu penyerang terbaik dunia akan tetapi saya senang menantang penyerang-penyerang misalnya ini dan menerangkan kepada seluruh orang jika aku merupakan keliru satu bek terbaik.”

Namun Lovren wajib jangan lupa, beliau pernah dipermalukan Kane ekspresi dominan lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2017 saat Spurs menang 4-1 atas Liverpool di Wembley. Saking buruknya penampilan Lovren saat itu, Juergen sampai mengganti Lovren di mnt ke-31. Tidak hingga pada situ, setelah pertandingan, Klopp pula mengeluarkan pernyataan yang seolah merendahkan Lovren: “apabila saya terlibat di situasi permainan ini (ketika Lovren blunder membiarkan Kane) di lapangan, maka Harry [Kane] tak akan dapat bola. Tapi saya di area teknis beserta para pelatih. Setiap pekerjaan jelas, tapi kami tidak sanggup melakukannya.” Jleb. Akan namun Lovren pada Liverpool tidak sama menggunakan Lovren pada Kroasia. Bisa jadi dia & Vida akan bisa menghentikan Kane. Di Kroasia, Lovren adalah galat satu jagoan primer. Menit bermainnya terbanyak kedua setelah Luka Modric. Jumlah operannya hanya kalah berdasarkan Modric (lagi) & Ivan Rakitic. Ia juga mencatatkan blok & sapuan terbanyak berdasarkan semua pemain Kroasia lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *